Taman Nasional Manusela

2 May 2011 at 9:26 pm 1 comment

Telusurindonesia – Taman Nasional Manusela dengan luas 189.000 ha merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan oleh menhut pada tahun 1997, yang merupakan gabungan cagar alam wai nua dan cagar alam wai mual serta tambahan perluasan wilayah perairan. Taman nasional manusela merupakan perwakilan tipe ekosistem pantai, hutan rawa, hutan hujan dataran rendah dan hutan hujan pegunungan di maluku. Tipe vegetasi yang terdapat di taman nasional ini yaitu mangrove, pantai, hutan rawa, tebing sungai, hutan hujan tropika pamah, hutan pegunungan, dan hutan sub-alpin. Dari segi pelestarian sumber daya alam, kawasan hutan di taman nasional ini mempunyai peranan yang sangat penting, terutama sebagai tempat perlindungan sumber keanekaragaman plasma nutfah di pulau seram.

Peta Taman Nasional Manusela

Terdapat sungai-sungai yang mengalir deras, dengan konfigurasi topografi terjal, enam buah gunung/bukit dengan gunung binaya yang tertinggi (± 3.027 meter dpl).masyarakat desa manusela, ilena maraina, selumena, dan kanike, merupakan enclave di dalam kawasan taman nasional manusela. Masyarakat tersebut telah lama berada di desa-desa tersebut, dan percaya bahwa gunung-gunung yang berada di taman nasional dapat memberikan semangat dan perlindungan dalam kehidupan mereka. Kepercayaan mereka secara tidak langsung akan membantu menjaga dan melestarikan taman nasional.

– Potensi Flora

Kekayaan flora yang dimiliki TNM berupa 187 jenis/genus dari 55 famili diantaranya 97 jenis anggrek dan 598 jenis paku-pakuan (pakis), dimana terdapat jenis endemik paku binaya (Cyathea binayana).

Jenis flora zona Australia yang terdapat dalam kawasan ini antara lain Eucalyptus sp, sedangkan jenis flora khas Asia meliputi Shorea selanica (Dipterocarpacea) yaitu jenis meranti yang pertumbuhannya paling timur Indonesia, nyamplung (Calophyllum inophyllum), langsat hutan (Aglaia argentea), durian (Durio sp) dan lain-lain.

Jenis-jenis vegetasi yang ada di TNM terdiri merupakan keturunan flora Asia/Sulawesi yang mempunyai beberapa unsur Australia-dari hutan mangrove dan hutan pantai (0-5 m dpl), hutan dataran rendah (5-100 m dpl), hutan hujan primer dataran rendah (100-500 m dpl), hutan hujan primer pegunungan (500-2.500 m dpl), lumut (2.500-2.600 m dpl).

Vegetasi hutan mangrove ditandai oleh jenis pedada (Sonneratia alba), bakau (Rhizophora apiculata), bidu (Bruguiera sexangula), api-api (Avicennia officianalis) dan nipah (Nypa fruticans). Dibelakang jalur mangrove pada rawa dataran rendah terdapat jenis-jenis butun darat (Barringtonia recemosa), beringin (Ficus nodosa) dan pulai (Alstonia scholaris).

Perkembangan terbaik vegetasi hutan pantai di sepanjang pantai bagian utara dengan jenis-jenis yang mendominir antara lain tapak kuda/katang-katang (Ipomoea pescaprae), rumput jara-jara (Spinifex littoralis), ketapang (Terminalia catappa), pandan (Pandanus sp.), dan cemara laut (Casuariana equisetifolia).

– Potensi Fauna

Pulau Seram hanya memiliki delapan jenis mamalia terestrial yang asli seram terdiri dari tiga jenis marsupial, yaitu bandicoot/mapea (rhyncomeles prattorum), kusu/kuskus (spilocuscus maculatus dan phalanger orientalis) dan lima jenis rodensia, yaitu melomys aerosus, melomys fulgens, melomys fraterculus, rattus ceramicus dan rattus feliceus.

Ada 26 jenis kelelawar di kawasan taman nasional manusela antara lain rousettus amplixicaudus, pteropus melaopogon, pteropus ocularis dan macroglossus minimus (macdenald et al., 1993).

Penelitian tentang burung di pulau seram sudah dimulai sejak abad 17. Bowler dan taylor (1993) menguraikan dengan jelas perkembangan penelitian tersebut. Pada saat ini kekayaan jenis burung seram sudah diketahui sebanyak 196 species burung, 124 spesies diantaranya merupakan jenis menetap sedangkan 72 spesies adalah jenis burung migran. Sebanyak 13 jenis diantaranya merupakan jenis endemik seram.

Birdlife international indonesia programme telah menetapkan daerah burung endemik (dbe) seram yang mencakup pulau seram dan pulau-pulau kecil di sekitarnya (ambon, saparua, boano, dan haruku). 30 jenis merupakan burung dengan sebaran terbatas, yakni burung yang penyebaran berbiaknya kurang dari 50.000 km², 14 diantaranya endemik (sujatnika et al., 1995). Jenis burung sebaran terbatas di pulau seram ada 28 jenis, dimana 8 jenis diantaranya adalah jenis burung endemik. Kasturi tengkuk ungu (lorius domicella) dan kakatua maluku (cacatua moluccensis) kondisinya sekarang terancam punah, karena adanya penangkapan untuk diperdagangkan (shannaz et al., 1995). Selain dua jenis di atas, terdapat jenis burung endemik lain seperti diacrum vulneratum, raja udang (halycon lazuli, h.sancta dan alcedo atthis), nuri raja/nuri ambon (alisterus amboinensis), nuri kepala hitam (lorius domicella), burung madu besar (philemon subcorniculatus), serta kasuari (casuarius casuarius).

– Aksesibilitas
Lokasi TNM dapat dicapai melalui Wahai dan Saleman dari arah pantai utara atau melalui Tehoru
Alternatif-alternatif rute perjalanan menuju TNM dapat diuraikan sebagai berikut:

  • Dari Ambon ke Saleman-Wahai dapat ditempuh dengan menggunakan kapal motor yang memakan waktu 24 jam. Kapal motor ini memiliki jadwal perjalanan 3 kali seminggu. Perjalanan dari Wahai ke lokasi taman nasional dapat ditempuh dengan jalan kaki
  • Lewat pantai selatan, TNM ditempuh melalui kota Ambon ke Tehoru-Saunulu-Mosso dengan kapal motor yang memakan waktu 9 jam. Jadwal kapal motor berjalan adalah 4 kali dalam seminggu. Perjalanan selanjutnya ke lokasi taman nasional hanya dapat ditempuh dengan jalan kaki.
  • Perjalanan lewat darat dapat dilakukan dari Ambon ke Tulehu dengan waktu tempuh 45 menit. Selanjutnya dari Tulehu ke Amahai dapat dicapai dengan long boat cepat yang memerlukan waktu 1 jam 45 menit. Perjalanan dari Amahai ke Tehoru dilakukan lewat jalan darat selama 3 jam selanjutnya diteruskan dengan speed boat ke Saunulu/Mosso selam 30-60 menit. Pengunjung dapat pula memilih rute perjalanan darat menuju taman nasional bagian utara. Rute ini ditempuh dari Amahai ke Saleman melewati Masohi yang membutuhkan waktu 3 jam dilanjutkan dengan speed boat menuju Wahai yang memakan waktu 2 jam.
  • Dari sisi utara, kawasan TNM dapat ditempuh melalui jalan trans-Seram dari Wahai ke Sasarata. Rute ini dapat dilalui roda empat. Selanjutnya dari Sasarata menuju kawasan taman nasional bagian tengah/selatan dapat ditempuh dengan jalan kaki menuju jalan setapak yang menghubungkan Kaloa-Hatuolo Maraina, dan Manusela. Perjalanan ini memerlukan waktu kurang lebih 2 hari.
  • Apabila pengunjung membawa kendaraan roda empat, perjalanan dilakukan dari Ambon ke Liang dengan waktu tempuh ± 1,5 jam. Selanjutnya dari Liang ke Kairatu ditempuh selama ± 2 jam dengan menggunakan ferry. Dari Kairatu ke Saka ditempuh dengan jalan darat selama ± 3,5 jam.
  • Rute terbaru untuk menuju Taman Nasional bagian utara yaitu dari Ambon bisa langsung menggunakan pesawat Merpati jenis twin otter Menuju ke Wahai, dari Wahai ke Sasarata dan selanjutnya perjalanan dilakukan dengan jalan kaki menuju kawasan
Sumber:
http://www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/tn_manusela.htm
– http://indotim.net/wisata-maluku/wisata-provinsi-maluku/taman-nasional-manusela/
– http://id.wikipedia.org/wiki/Taman_Nasional_Manusela

Entry filed under: Travel. Tags: , .

Pantai Jayanti, Keindahan Alam Di Selatan Kabupaten Cianjur Ki Hajar Dewantara : Tokoh Pendidikan Indonesia

1 Comment Add your own

  • 1. fingkanchacha  |  30 November 2012 at 2:59 pm

    […] Taman Nasional Manusela […]

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome To My Blog

Selamat datang teman, blog ini berisi informasi tentang keanekaragaman Indonesia yang mungkin dapat bermanfaat bagi kalian semua. Selamat membaca !

blog ini dapat diakses melalui telusurindonesia.wordpress.com

Categories

Recent Posts

Statistik

  • 39,621 Pengunjung


IP Anda
free counters



© 2011 - Telusur Indonesia Semua artikel bebas untuk dicopy paste, ditulis ulang dan disebarluaskan dengan tujuan nonkomersial, dengan menyertakan sumber.