Semur Warisan Tradisi Kuliner Indonesia

24 April 2011 at 6:39 am Leave a comment

Telusurindonesia – Sudah sejak berabad-abad lalu, Indonesia yang terletak di tengah-tengah jalur perdagangan dunia telah dikenal sebagai kawasan yang memiliki kekayaan alami rempah-rempah. Bahkan bangsa Belanda memberi sebutan Gordel van Smaragden (The Belt Emeralds) bagi Indonesia karena keistimewaannya tersebut. Eksotisme citarasa rempah-rempah ini kemudian mengundang minat berbagai bangsa untuk datang ke nusantara dan melakukan ekspedisi.

Indonesia memainkan peran utama dalam rute perdagangan rempah-rempah dunia karena dianggap sebagai produsen utama rempah-rempah. Di antara rempah-rempah yang paling terkenal adalah tanaman pala dan cengkeh—yang banyak ditemukan di kepulauan Maluku. Pada masa lalu, wilayah Maluku dikenal sebagai penghasil rempah-rempah seperti cengkeh dan pala. Cengkeh adalah rempah-rempah purbakala yang telah dikenal dan digunakan ribuan tahun sebelum masehi. Pohonnya sendiri merupakan tanaman asli kepulauan Maluku (Ternate dan Tidore), yang dahulu dikenal oleh para penjelajah sebagai Spice Islands. Terdapat pula lada yang dikenal sebagai penguat rasa tertua di dunia, dihasilkan di wilayah Jawa dan Sumatra. Indonesia seolah menjadi magnet bagi para pedagang dan pendatang dari berbagai bangsa karena lokasinya yang strategis dan predikatnya sebagai pusat pengajaran Budhisme dan Hinduisme di awal Masehi.

Menurut ahli kajian budaya dan Manajer Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Dr. phil. Lily Tjahjandari, rempah-rempah Indonesia awalnya dibawa sebagai komoditi perdagangan oleh bangsa India ke wilayah Timur Tengah dan Eropa. Bangsa Eropa kemudian mulai menjelajah ranah nusantara dalam usaha pencarian rempah-rempah yang dibutuhkan untuk pengobatan dan citarasa makanan. Ekspedisi bangsa Eropa diawali oleh bangsa Portugis, diikuti Belanda, Spanyol dan Inggris di awal abad ke-16. Pedagang dan pendatang dari Eropa tersebut masing-masing membawa budaya yang lambat laun berbaur dengan keseharian masyarakat asli Indonesia pada saat itu. Pembauran tersebut kemudian menciptakan interaksi budaya dan mengembangkan berbagai tradisi nusantara yang istimewa, termasuk di bidang kuliner. Kekhasan citarasa rempah-rempah Indonesia berpadu dengan berbagai variasi teknik pengolahan makanan menghasilkan kreasi hidangan unik seperti semur.

Entry filed under: Kuliner. Tags: .

Sejarah Negara Indonesia Sejarah lagu kebangsaan indonesia raya dan teksnya aslinya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Welcome To My Blog

Selamat datang teman, blog ini berisi informasi tentang keanekaragaman Indonesia yang mungkin dapat bermanfaat bagi kalian semua. Selamat membaca !

blog ini dapat diakses melalui telusurindonesia.wordpress.com

Categories

Recent Posts

Statistik

  • 39,621 Pengunjung


IP Anda
free counters



© 2011 - Telusur Indonesia Semua artikel bebas untuk dicopy paste, ditulis ulang dan disebarluaskan dengan tujuan nonkomersial, dengan menyertakan sumber.